Tanaman Yang Hidup Didalam Air Untuk Taman Dirumah

Posting Komentar

 Tanaman Yang Hidup Didalam Air Untuk Taman Dirumah

Rumah anda terasa gerah? Tanam saja tanaman yang hidup didalam air. Ada aneka macam jenis-jenis tanaman air yang bisa anda pilih sesuai keinginan anda. Anda bisa menanamnya dihalaman maupun diteras. Jika luas halaman cukup memadai, tanaman air bisa ditata menjadi sebuah taman air yang asri. Lengkap dengan kolam ikan, sungai tiruan bahkan  dengan air terjun. Apa saja tanaman yang hidup didalam air? Jika itu menjadi pertanyaan anda maka jawabannya bisa anda temukan pada artikel dibawah ini.

Bila anda memiliki lahan yang terbatas jangan berkecil hati tanaman air bisa ditanam dalam tempayan atau kolam portable ukuran kecil. Kolam seperti itu bisa dilengkapi dengan ornamen unik dan air mancur. Seperti kepala singa, kepala dewa atau patung lucu berbentuk binatang. Selain bisa lebih irit tempat juga akan memudahkan anda memindahkan tanaman sesuai dengan posisi yang diinginkan.

Ada baiknya sebelum anda membeli dan menanam, kenali dulu karekater tanaman air yang hendak ditanam. Ukuran tanaman seharusnya dipilih sesuai dengan kondisi rumah dan karakter anda. Jika halaman sempit pilih jenis tanaman air berukuran kecil dengan warna bunga yang semarak. Tanaman air seperti itu diharapkan bisa merubah suasana pada taman rumah anda.

Tanaman air bisa dikelompokkan sesuai dengan bentuk dan cara hidupnya, berikut beberapa  tanaman air yang hidup didalam air :

Tanaman Air Daun :

Papyrus (Cyperus papyrus)

Tanaman ini berasal dari Mesir dan sering juga disebut Egyphta papyrus. Batangnya berbentuk segitiga. Tinggi tanaman bisa mencapai 3 meter. Papirus tumbuh bergerombol membentuk sebuah rumpun. Pada zaman dahulu orang Mesir kuno memanfaatkan tanaman air ini sebagai bahan pembuat kertas

Papyrus (Cyperus papyrus)

Giant Arum (Typhonodorum lindleyanum)

Sekilas jika dilihat dari kejauhan tampilannya mirip dengan pohon pisang tetapi setelah mendekat daunnya cenderung mirip dengan daun alas. Sehingga tanaman ini juga sering disebut pisang air. Habitat aslinya berasal dari rawa-rawa dan bisa tumbuh hingga sekitar 3 meter. Tanaman ini bisa ditanam langsung dipot atau dikolam. Tanaman ini bisa diperbanyak dengan cara pemisahan anakan.

Giant Arum (Typhonodorum lindleyanum)

Futoi

Batangnya mirip dengan bambu kecil dan tumbuh secara bergerombol. Batang berbentuk slindris memanjang menyerupai lidi. Tinggi tanaman futoi sekitar 1-2 meter. Jika diamati dari dekat batangnya beruas-ruas. Tanaman air ini menyukai sinar matahari langsung agar tumbuh optimal. Jika ditanam pada tempat teduh dan kekurangan sinar matahari batangnya akan memucat. Futoi dapat diperbanyak dengan stek batang atau split rumpun.

Futoi

Rumput Payung (Cyperus alternifolius)

Tanaman ini masih saudara dekat dengan papirus. Jadi tidak heran jika keduanya memiliki bentuk yang hampir mirip. Hanya saja rumput payung lebih pendek dibandingkan papirus hanya sekitar 1,5 meter. Daun rumput payung berbeda dengan papirus. Rumput payung memiliki bentuk daun sempit, datar dan simetris sedangkan daun papirus berbentuk halus dan menyebar.

Rumput Payung (Cyperus alternifolius)

Tanaman Air Berbunga

Tanaman air yang memiliki bunga lebih banyak dicari oleh para penggemar tanaman hias. Hal ini disebabkan bentuk dan bunga tanaman air cukup indah dan cerah, Berikut beberapa pilihan tanaman air berbunga :

Lotus (Nelumbo sp)

Tanaman ini sering dianggap sama dengan teratai. Padahal dari nama latin saja sudah berbeda. Salah satu pembeda diantara keduanya adalah lotus memiliki tangkai bunga panjang dan tidak mengambang diatas permukaan air seperti layaknya teratai. Lotus bisa diperbanyak secara generatif (biji) dan vegetatif (rimpang).

Lotus (Nelumbo sp)

Teratai (Nymphae sp)

Salah satu jenis teratai raksasa sangat populer. Bayangkan anak kecil dan orang dewasa bisa duduk diatasnya berpose mengambil gambar terbaik. Bunganya pun memiliki warna yang cerah dan menarik.  Upaya persilangan telah menghasilkan warna bunga teratai yang beragam seperti ungu, merah jambu , kuning dan putih.

Teratai (Nymphae sp)

Melati air (Echinodorus paleafolius)

Tanaman yang berasal dari Amerika Selatan ini memiliki tinggi sekitar 50-200 cm yang membuatnya memungkin diberbagai media seperti pot dan tempayan. Tanaman ini selain mudah dirawat juga mudah diperbanyak dengan tunas anakan.

Melati air (Echinodorus paleafolius)

Tipha (Typha angustifolia)

Warna bunganya cukup unik yaitu berwarna cokelat mirip dengan cerutu. Panjang bunganya sekitar 6-20 cm.  Tanaman ini diperkirakan berasal dari negara yang sama dengan papirus yaitu Mesir.  Tanaman tipha dapat mencapai ketinggian 1-2 meter.

Tipha (Typha angustifolia)

Tanaman Air Mengapung

Tanaman air jenis ini tidak memiliki akar yang menempel pada tanah melainkan mengapung. Tanaman ini menyerap unsur hara yang terlarut didalam air. Umumnya tanaman air jenis ini memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dibandingkan tanaman air lain. Berikut contohnya:

Eceng Gondok (Eichornia crassipes)

Tanaman ini awalnya didatangkan dari negara luar sebagai tanaman hias. Namun keberadaannya kini sering dianggap sebagai gulma yang mengganggu perairan seperti waduk dan sungai. Hal ini disebabkan perkembangannya yang sangat pesat. Padahal bunga eceng gondok sangat cantik dengan warna ungu yang mencolok. Bagian tangkainya juga unik berbentuk gelembung seperti balon yang berfungsi sebagai pelampung.

Eceng Gondok (Eichornia crassipes)

Apu-apu (Pistia stratiotes)

Tanaman ini sering disebut kol air. Daunnya bertumpuk-tumpuk dan halus. Ukurannya relatif kecil sekitar 10-15 cm dan mudah beranak pinak. Para penghobi ikan hias sering menggunakan tanaman ini sebagai penghias akuarium sekaligus tempat bersembunyi ikan yang berukuran kecil.

Apu-apu (Pistia stratiotes)

Cara Merawat Tanaman Air

1. Lakukan pergantian air saat mulai berlumut atau setiap 1 minggu sekali dengan cara menyedot air dengan selang.

2.   Pemupukan dilakukan setiap 1 bulan sekali. Gunakan pupuk NPK seimbang. Dosis cukup 1 sendok teh perpot. Pupuk dimasukkan kedalam media sedalam 10-15 cm. Pemupukan bisa dilakukan bersamaan dengan pergantian air.

3.    Lakukan pergantian media tanam setiap 6 bulan sekali.

Semoga artikel “Tanaman Yang Hidup Didalam Air Untuk Taman Dirumah” dapat memberikan inspirasi untuk anda. Jangan lupa memasukkan ikan-ikan kecil seperti cupang, pedang, guppy dan ikan kecil lainnya untuk mengantisipasi bahaya demam berdarah akibat nyamuk yang berkembang didalam media tanaman air anda.

 

 

 

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email